VIDEO

Interview with the people.

 

Advertisements

Let’s Get Hyped!

sda

Bazaar tematik Hype Festival digelar tiap bulan, mulai Juni sampai Desember. Dalam bazaar lokal ini kamu bisa berburu aneka produk fashion, jajanan, seni, kerajinan tangan, sampai food truck. Event ini sukses diadakan pada tanggal 26,27,28 Juni dan 3,4,5 Juli 2015 di Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
Event ini makin seru dengan Free Caricature, Tarot, Tattoo. Ada pula trick art, food demo, fashion show, serta games seru. Ada juga acara yang paling juara dalan event ini yaitu Fashion Truck Vs Food Truck. Puluhan brand telah ambil bagian dalam event besar ini, seperti Auria, Lavie, Lollipop Shop, Silver Swan, Big Fritto, Sour Sally, Sushi Kiosk, Piccaluna,Noodle Ichi,Pastry Factory,Wagyu Bowl, dan tentunya masih banyak yang lainnya.

Pentingnya Penggunaan Produk Lokal

Pertumbuhan ekonomi di Indoenesia saat ini memang sedang mengalami penurunan, menurut Badan Pusat Statistik pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2015 sebesar 4,71 persen. Angka ini turun 0,5 persen dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 5,21 persen. Hal tersebut di perkuat oleh pernyataan Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Selasa, 5 Mei 2015.

“Jika dibandingkan dengan kuartal IV 2014, angka pertumbuhan ekonomi turun 0,18 persen,” ujar Kepala BPS Suryamin

Selain itu menurut ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Hafid Khoir Maulana, penggunaan produk dalam negeri dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurutnya masyarakat Indonesia itu memiliki sifat konsumtif. Namun, apa yang dikonsumsi lebih banyak merupakan produk impor yang dapat melemahkan produk lokal. Pada diskusi publik Pelemahan Nilai Tukar Rupiah dan Ancaman Krisis Ekonomi pada 8 September 2015 silam.

Selain itu rakyat Indonesia lebih sering mengimpor barang jadi dan malah mengekspor barang mentah yang tentunya lebih murah. Sehingga hal tersebut tidak berdampak positif pada perkembangan ekonomi. Lalu penggunaan dollar sebagai alat transaksi juga semakin dalam melemahkan nilai rupiah terhadap mata uang asing.

Jumlah Penduduk Indonesia yang pada 2013 berjumlah 249,9 juta. Bisa dibayangkan bukan betapa makmurnya kita jika semua penduduk Indonesia berdiet menggunakan produk impor, khususnya untuk masyarakat perkotaan. Lalu menurut Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, I Kadek Dian Sutrisna Artha “Konsumsi rumah tangga dan masyarakat yang ditingkatkan mengingat berdasarkan Pertumbuhan Domestik Bruto kuartal kedua 2015 konsumsi menyumbang lebih dari 50% pada kue perekonomian”.

Sehingga dari pendapat dan riset beberapa ahli bahwa penggunaan produk lokal memang penting untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita.

Source:

file:///C:/Users/PC%20AW/Documents/PR%20ONLINE%20ARTICLE/Ekonom%20%20konsumsi%20produk%20lokal%20dapat%20tumbuhkan%20ekonomi%20-%20ANTARA%20News.htm

file:///C:/Users/PC%20AW/Documents/PR%20ONLINE%20ARTICLE/Jokowi%20Serukan%20Pertumbuhan%20Ekonomi%20Berbasis%20Industri%20Lokal%20_%20Tempo%20Bisnis.htm

file:///C:/Users/PC%20AW/Documents/PR%20ONLINE%20ARTICLE/Presiden%20Jokowi%20imbau%20rakyat%20beli%20produk%20lokal%20demi%20kuatkan%20rupiah%20-%20BBC%20Indonesia.htm

Penulis: Rizky Ambar Sari

Jangan Jadikan Produk Indonesia sebagai Anak Tiri di Rumah Sendir

Dalam menghadapi ASEN Free Trade Area (AFTA), Indonesia perlu berupaya untuk meningkatkan daya saing ekonomi di kawasan regional ASEAN dengan cara menghalang penguasaan pasar dalam negeri oleh produk asing yang masuk di pasar Indonesia.

Kebijakan perdaganagn bebas ASEAN ini akan berdampak pada perekonomian Indonesia. Banjirnya jumlah barang produksi asing dapat melumpuhkan industri dalam negeri di Indonesia yang kemudian akan kembali memicu krisis keuangan. Apalagi akhir-akhir ini nilai tukar rupiah sedang melemah, hampir mendekati Rp 15.000. Salah satu langkah yang perlu diambil pemerintah adalah memproteksi pasar dan meningkatkan konsumsi hasil produk-produk dalam negeri dengan berdasarkan landasan hukumnya.

Tanpa disadari, Indonesia sebenarnya punya peluang yang begitu besar karena banyaknya industri kreatif yang mulai berkembang, namun belum begitu berhasil merebut perhatian masyarakat Indonesia jika dibanding dengan industri asing yang ada di pasar Indonesia.

Melalui gerakan ini, kami membantu pemerintah dalam upaya membangun kesadaran masyarakat Indonesia akan keeksistensian industri kreatif dalam negeri agar lebih dikenal dan diminati oleh bangsanya sendiri, khususnya di kalangan masyarakat muda. Kami harap dengan menumbuhkan kesadaran mereka akan produk-produk lokal yang dimiliki bangsa sendiri, bisa membangkitkan usaha kecil dan menengah yang nantinya turut berkontribusi menurunkan level pengangguran di Indonesia yang berdampak pada kemajuan ekonomi Indonesia.

Mencintai produk asli dalam negeri adalah hal yang sangat penting. Impor barang berarti menggunakan energi yang lebih banyak karena perlunya transportasi untuk pengiriman. Semakin banyak kita impor, semakin tinggi defisit negara kita. Akan lebih baik jika produk Indonesia bisa diekspor ke negara lain. Semoga dengan adanya AFTA, masyarakat kita tidak tergiur untuk terus menerus mengkonsumsi produk asing. Kita harus membangun rasa nasionalisme agar negara kita bangkit menjadi negara produsen, bukan negara yang terus bergantung dengan impor.

Kami turut memotivasi produsen dalam negeri untuk terus berkarya memproduksi barang yang berkualitas sehingga bisa menarik perhatian masyarakat untuk mulai menyampingkan minatnya terhadap produk asing. Industri kreatif dalam negeri harus meningkatan efisiensi ekonomi agar dapat membuat produk bermutu dengan harga yang kompetitif untuk pasar dalam negeri agar mampu bersaing lebih unggul dengan produsen asing.

Banjirnya minat masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi produk impor secara terus-menerus tentu bisa melumpuhkan kesadaran untuk mencintai produk dalam negeri sendiri. Kecintaan membeli dan menggunakan produk impor membuat kaula muda tidak mengenal produk lokal yang tanpa diragukan lagi kualitasnya.

Kalau tidak di mulai dari sekarang, kapan lagi kita akan membangkitkan dan menghidupkan industri kreatif milik anak bangsa? Anak muda merupakan influencer yang bisa mengajak sekaligus mempengaruhi satu sama lain terutama pada hal-hal yang positif. Di sini, kami mencoba memberi pemahaman kepada teman-teman untuk mengatahui tujuan utama gerakan ini yang antara lain adalah membangun awareness, interest, desire dan action masyarakat terhadap produk buatan dalam negeri guna meningkatkan loyalitas bangsa dengan mengkonsumsi produk lokal dan menciptakan national branding, meningkatkan pemakaian produk buatan dalam negeri, mengembangkan industri kreatif dalam negeri dan memperluas lapangan pekerjaan.

Gerakan ini diharapkan bisa membangkitkan kemakmuran bangsa Indonesia dengan mempopulerkan kreasi anak bangsa dan menciptakan identitas kreasi bangsa.  Oleh karena itu, harus didukung oleh seluruh komponen bangsa. Upaya ini bukan merupakan tanggungjawab pemerintah saja, namun semua komponen bangsa. Gerakan cinta produk dalam negeri bukan hanya menjadi tugas dan tanggungjawab pemerintah, namun tentunya dibantu dukungan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

source:

http://akuinginhijau.org/2014/02/06/cintai-produk-indonesia/

http://trit0824.student.ipb.ac.id/2010/06/20/hello-world/

http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/05/19/nolqe3-cinta-produk-dalam-negeri-senjata-ampuh-hadapi-mea

Penulis: Amanda Riestiany

Apa tujuan Diet Produk impor?

Untuk meningkatkan perekonomian di indonesia dan menekan pembelian barang impor terutama untuk para UKM di indonesia. Dan mengantar para UKM indonesia ke gerbang pasar international.

Kenapa Diet Produk Impor di buat?

Agar masyarakat indonesia sadar bahwa produk indonesia sama bagusnya dengan produk luar, dengan cara meningkatkan kualitas setara dengan produk luar. Serta mengembangkan produk dalam negeri menuju gerbang pasar international

 Apa harapan dari Diet Produk Impor?

Meningkatkan perekonomian indonesia dan prodak indonesia dapat menembus pasar international. Menyadarkan masyarakat untuk menyadari bahwa produk lokal sama bagusnya dengan produk luar,  serta masyarakat ikut serta dalam membangun perekonomian di indonesia.

Penulis: Parawidya Yoga

Fun Stop Shopping!

kj

source: google.com

Satu lagi acara seru yang diadakan bulan oktober bisa menambah destinasi liburan anda sambil tetap memajukan produk lokal karya anak bangsa. Event tersebut adalah Fun Stop Shopping. Acara ini diadakan di Mall Kuningan City level 3 pada tanggal 1 sampai 31 oktober 2015.

Event ini terdiri bazaar multi produk yang menghadirkan kuliner dan fashion, untuk menarik pengunjung, juga akan diadakan bermacam lomba-lomba meriah. Program acara juga berupa bazaar, talkshow, fashion, kuliner, nail art, dan photobooth. Ayo ajak teman-teman dan keluarga, dukung acara lokal Indonesia!

 

Penulis: Glenis Priyanka

Pop Up Market!

pop

Pop Up Market merupakan acara tahunan yang digelar oleh mahasiswa S1 Prasetya Mulya Bussiness School. Pop Up Market merupakan sebauh wadah untuk mempopulerkan dan menjual produk-produk lokal karya orisnil dari entrepreneur muda Indonesia. Pop Up market mencoba memberi dukungan kepada pengusaha- pengusaha retail tanah air. Acarnya ini pun dikemas secara menarik dalam bentuk lifestyle bazaar yang didukung oleh berbagai penampilan musik, fashion show, dan hiburan street art.

Setiap tahunnya mereka mengusung tema yang berbeda-beda. Maka para tenan yang terlibat akan diseleksi terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan tema yang mereka adakan tahun tersebut. Brand pemula pun diberi kesempatan untuk turut berpartisipasi dalam acara ini. Pada tahun pertama kalinya diadakan acara ini berhasil menarik 10.000 pengunjung dengan 40 tenan dalam satu akhir pekan. Sementara itu pada tahun kedua pengunjung berhasil meledak menjadi 27.694 orang dengan 71 tenan.

Trademark Market Bandung  

7

source: google.com

Trademark Market merupakan sebuah event terbaru yang dilakukan di bandung yang diramaikan oleh semua produk lokal yang unik. Trademark Market Bandung merupakan indoor market terbesar dan pertama kali diadakan dikota Bandung. Di event ini para pengunjung dapat menemukan berbagai macam produk lokal dari pengecer dan juga seniman lokal. Event ini bertujuan untuk mempromosikan dan menjual produk lokal yang bertaraf nasional. Barang-barang yang dijual begitu beragam seperti pakaian, perabot, mainan, kamera, sepatu, aksesoris wanita, dan masih banyak produk unik lainnya yang tentu saja merupakan hasil karya anak bangsa yang original.

Acara yang pertama kali dibuka pada tahun 2010 ini melibatkan 80 tenants lokal dan diselenggarakan di Paris Van Java. Trademark Market ini menyasar anak muda sebagai target utama mereka, meskipun tentunya tersedia berbagai produk untuk kelompok diluar anak muda. Trademark Market menyuguhkan brand yang berkualitas. Trademark juga menggabungkan segi mode, hobi, makanan, musik , dan gaya hidup. Mereka berharap bahwa Trademark Market bisa menjadi wadah bagi para pengusaha lokal agar dapat memasarkan produk- produknya agar tentunya bisa menaikkan perekoniam mereka dan ekonomi Indonesia dari skala besarnya.

Penulis: Glenis Priyanka

Keenan Pearce, Creativepreneur Muda Indonesia!

6

source: google.com

Pada zaman sekarang ini banyak sekali bermunculan usaha- usaha baru yang ternyata diprakarsai oleh anak muda Indonesia. Mereka menggunakan kreativitasnya untuk membentuk suatu bisnis baru yang cukup menjanjikan. Hal ini tentunya sangat baik mengingat hal yang mereka lakukan dapat mendukung perekonomian Indonesia. Mereka menjadi tidak tergantung karena harus bekerja pada pihak lain, disebabkan oleh terbatasnya juga lapangan pekerjaan di Indonesia saat ini. Sementara itu, mereka justru menjadi terlatih untuk berpikir dan menghasilkan ide bisnis lokal mereka sendiri yang original.

Keenan pearce juga menangkap peluang pada situasi ini. Keenan mengusung konsep bisnis creativepreneur, dimana kreativitas dan bisnis digabungkan menjadi satu. Ia adalah otak dari Euphoria Project Creativepreneur. Pria yang suka berimajinasi ini memulai bisnisnya karena berpikir bagaimana bisa membuat imajinasinya menjadi nyata. Keenan juga mengatakan, “sat- satunya sumber daya usaha yang tidak akan pernah habis adalah imajinasi.” Alasan keenan memilih menjadi seorang creativepreneur adalah karena ia ingin mengubah dunia. Keenan juga beranggapan bahwa menjadi creativepreneur bukanlah sebuah profesi, melainkan sebagai gaya hidup karena jika kita sudah menjadi creativepreneur kita harus siap menghabiskan waktu 24/7 untuk memikirikan usaha yang kita miliki.

Pria yang mempunyai latar belakang pendidikan jurusan bisnis ini juga berpendapat bahwa cara mendapatkan ide kreatif adalah mendengarkan orang lain. Filter dan prioritaskan apa yang didengar untuk menyatukan realitas dan kreativitas. Aksi merupakan kunci. Sebauh ide akan menjadi sesuatu yang besar apabila dibarengi dengan aksi.

source:

http://www.unisba.ac.id

Penulis: Glenis Priyanka

Butuh Komitmen Bersama Untuk Melemahkan Dollar.

Melemahnya nilai tukar rupiah banyak disebabkan beberapa faktor salah satunya karena banyak penggunaan produk impor yang tidak sebanding dengan penggunaan produk dalam negeri. Hal tersebut bukan lagi menjadi rahasia publik, pasalnya minimnya dukungan dari pemerintah yang membuat produk dalam negeri kalah pamor dengan produk impor. Di pasaran pun produk impor malah lebih murah dan berkualitas dibandingkan produk buatan negara sendiri.

Presiden Joko Widodo juga telah menghimbau rakyatnya melalui twitter untuk membeli produk dalam negeri untuk membahu atasi kelemahan rupiah yang menurutnya sudah sudah di luar kebiasaan.

Credit: http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150825_indonesia_rupiah_jokowi

Tapi jangan hanya rakyatnya saja yang diharuskan untuk menggunakan produk dalam negeri, pemerintahnya pun sebahrusnya juga harus menjadi panutan yang baik untuk rakyatnya. Banyak negara lain di dunia yang sudah mewajibkan pemerintahnya menggunakan produk dalam negeri contohnya penggunaan mobil buatan dalam negeri sebagai alat transportasi mereka. Seperti negara tetangga yang katanya serumpun dengan kita, Malaysia, dimana Perdana Menterinya langsung mengeluarkan kebijakan saat mobil Proton Saga pertama meluncur pada 1985 bahwa pemerintah harus menggunakan Proton sebagai mobil dinas. Selain itu semua pegawai negeri mendapat kemudahan kredit untuk mendapatkan mobil tersebut yang merupakan strategi yang baik untuk menyukseskan program Proton.

Sebenarnya Indonesia sudah memiliki sebuah kebijakan untuk mengharuskan institusi pemerintahan seperti kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), wajib menggunakan produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasanya. Impor masih bisa dilakukan selama produknya tidak ada di dalam negeri.

Mengenai peningkatan penggunaan produk dalam negeri ini, Presiden Joko Widodo memanggil para menteri dalam sidang kabinet, 15 Juni 2015. Dalam rapat tersebut Jokowi meminta setiap kementerian dan lembaga menginventarisasi daftar kebutuhan barangnya. Upaya pemerintah meningkatkan penggunaan produk dalam negeri ini sebenarnya sudah dilakukan. Pada 2009 pemerintah telah meluncurkan program peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN). Ini diatur melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2009. Tetapi karena sanksinya masih kurang tegas menyebabkan program ini tidak efektif dan masih banyak kementrian yang masih menggunakan produk impor padahal ketersediaan produk dalam negeri sangatlah menghuni.

Oleh karena itu ketegasan pemerintah seharusnya lebih ditingkatkan lagi, seperti memberikan sanksi yang tegas bagi para pelanggar. Selain itu pemerintah sebaiknya memberikan aturan teknis atau pelaksaan yang jelas terhadap sanksi yang diberikan. Tujuannya agar program ini bisa sejalan selaras dan dapat menguatkan kembali harga rupiah. Selain itu rakyat Indonesia juga mulailah berdiet produk impor agar program ini semakin terlaksana dengan efektif. Karena tidak bisa dipungkiri juga kita tidak bisa memberhetikan penggunaan produk impor untuk memenuhi kebutuhan kita. MARI BERDIET PRODUK IMPOR!

Sumber: http://katadata.co.id/berita/2015/06/16/tidak-pakai-produk-lokal-institusi-pemerintah-akan-kena-sanksi#sthash.LDzxXUzI.dpbs

http://print.kompas.com/baca/2015/07/11/Komitmen-Penggunaan-Produk-Lokal-Ditunggu

Penulis: Rizky Ambar Sari